Satu Perempat Hak Ayahmu

Abi August 17th, 2010

[Entri kali ini adalah petikan yang telah diubahsuai daripada teks asalnya di Facebook dan beberapa laman blog seperti ini.]

Ibumu … ibumu … ibumu … kemudian ayahmu.

Anakku, jadilah wanita solehah

Wahai anak-anakku, peliharalah dirimu dan jadilah anak solehah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, sama ada yang sedang bekerja di perantauan, yang sedang mengikuti suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau mengikuti kuliah jauh dari kedua orang tuanya – mereka akan sering merasa rindu sekali dengan ibu mereka … lalu bagaimana dengan ayah?

Mungkin ini kerana ibu lebih sering menelefon untuk bertanyakan keadaanmu setiap hari. Tapi tahukah kamu, ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahawa sekembalinya ayah dari bekerja, dengan wajah lelah, ayah selalu bertanya pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Ayah biasanya mengajar puteri kecilnya menaiki basikal. Setelah ayah mengganggap kamu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantuan pada basikalmu. Kemudian ibu berkata: “Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantuannya”, itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka….

Tapi sedarkah kamu? Ayah dengan yakin membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh basikal dengan saksama kerana dia tahu puteri kecilnya pasti mampu melakukannya.

Anakku, peganglah pada nasihat ibu dan ayahmu

Anakku, peganglah pada nasihat ibu dan ayahmu

Pada saat kamu menangis dan merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.
Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu ditimpa sakit , ayahlah yang terlalu risau hingga sedikit membentak dengan berkata : “Sudah diberitahu! Kamu jangan minum air sejuk!”.
Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahawa ayah melakukan itu untuk menjagamu? Bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa lagi berharga. Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.

Kemudian yang datang mengetuk pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah. Tahukah kamu, bahawa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahawa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tetapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbual berdua di ruang tamu. Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mula lebih dipercayai, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat risau dan bimbang. Perasaan risau itu berlarut – larut. Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam, hati ayah akan mengeras dan memarahimu. Sedarkah kamu, bahawa ini kerana hal yang sangat ditakuti ayah akan segera datang? “Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya”

Wahai anak-anakku, mengertikah kamu andai ayah pernah menangis untukmu?

Wahai anak-anakku, mengertikah kamu andai ayah pernah menangis untukmu?

Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahawa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata – mata hanya kerana memikirkan masa depanmu nanti. Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, ayah harus melepaskanmu ke sana. Tahukah kamu bahawa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat itu dan ini, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh berasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat permainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan, kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak boleh!”
Padahal dalam batin Ayah, ia sangat ingin mengatakan: “Ya sayang, nanti ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah berasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saat kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”.

Sampai saat teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya, ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin … kerana ayah tahu … bahawa lelaki itulah yang akan menggantikan nanti.

Dan akhirnya….

Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya mampu menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia. Apakah kamu tahu, di hari yang bahagia itu ayah pergi ke belakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis kerana ayah sangat bahagia, kemudian ayah berdoa … dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik … puteri kecilku yang lucu dan ku cintai telah menjadi wanita solehah yang cantik … bahagiakanlah dia bersama suaminya … rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah”

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah gugur dan semakin memutih, serta lengan yang tidak lagi kuat untuk menjagamu daripada bahaya, ayah telah menyelesaikan tugasnya. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas walaupun saat dia ingin memanjakanmu. Dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU MAMPU” dalam segala hal.

Banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papa kita … tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

Terima kasih ayah atas segalanya. Buat sahabat-sahabat yang sudah bergelar bapa, jagalah anak-anakmu dengan baik. Semoga Allah merahmati kalian. Amiin.

Wallahu a’alam.

30hb Jun. Sudah 4 hari berlalu.

Namun, bagi Ummi dan Abi, setiap hari adalah hari lahirmu, sayang…

Kek Hari Lahir Sakeenah

Allah selamatkan kamu!!!

Acara Memotong Kek

Kek Kecil Si Comel

Slice! Slice!

Potong sini, potong sana; Tunjuk gigi, nganga-nganga :)

Sakeenah bersimpuh

Hadiah untuk Sakeenah

Sakeenah Pemandu Keretapi

Bersedia untuk choo! choo!

Sakeenah & Chek & Walid

Gembiranya dia :)

On board her Alphabet Train

Senyum lebar sambil naik Alphabet Train.

Doakan Mereka

Abi May 31st, 2010

Ini adalah kisah benar. Cukup memberi kesan kepada mereka yang sayang dan rindukan orang-orang seperti Baraa’ah. Mudah-mudahan kisah Baraa’ah menjadi inspirasi buat kita semua. Didiklah anak-anak agar menjadi insan yang mulia di sisi Allah.

[Kisah ini dipetik bulat-bulat dari emel yang saya terima. Istilah yang digunakan mungkin mengelirukan kerana berbahasa Indonesia. Walau bagaimanapun, teks masih boleh difahami. Versi bahasa Inggeris boleh didapati di sini.]

Baraa'ah - Gadis tabah yang telah hafal Al-Qur'an

Baraa'ah

 Berikut ini adalah kisah sedih gadis berumur 10 tahun yang bernama Bar`ah. Orang tua Bar’ah adalah dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.Pada usia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an beriktu tajweednya , dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.

Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker, dan ternyata kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu Bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu Bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke surga di depanmu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… “

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti tentang apa yang ibunya beritahukan. Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai larut malam, sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah Bar’ah melalui telpon bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya, sehingga ayah Bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan langsung menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia meminta Bar’ah untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah Bar’ah keluar dari mobil dengan berlinang air mata, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit. Tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah Bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar`ah belum selesai sampai di sini… setelah lima hari semenjak kematian ayahnya, akhirnya ibu Bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Dan oleh orangtua dari teman-teman sekolahnya, Bar’ah dihubungkan dengan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes di dapati Bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan Bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tuaku.”

Semua teman-teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah….

Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurus nya … ia mengirim Bar’ah ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah satu saluran TV Islam (TV Al Hafiz) berhasil menghubungi gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara indah yang di lantunkan oleh Bar’ah …

 

Mereka (saluran TV Islam) berhasil menghubungi Bar’ah lagi sebelum ia dalam keadaan koma. Bar’ah berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan sebuah Nasheed….

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter diputuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang Bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan dalam kondisi koma.Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan untuk saudara-saudara kita di seluruh dunia…

Video Bar’ah lainnya :

Sumber: Emel yang dikirim oleh rakan sekerja, Zeldi Suryady.

Dosa-Dosa & Facebook

Abi May 25th, 2010

Buat renungan bersama. Petikan ini diambil dari blog Ustaz Zaharuddin. Ruang lingkup topik tidak terhad kepada Facebook sahaja, malahan semua laman jaringan sosial yang ada (seperti Friendster, MySpace, dan sebagainya). Sebagai peringatan untuk diri ini dan rakan-rakan seperjuangan yang dikasihi, jagalah tatatertib ketika berada di alam maya mahupun di alam nyata. Mukmin itu bukan setakat pada solat, puasa, dan sebagainya, malah segala aspek kehidupan yang patut diterjemahkan dengan erti kata ‘mukmin’ yang sebenar. Wallahu a’lam.

Semenjak empat bulan terlibat dalam menyampaikan mesej kebaikan, melarang kemungkaran melalui facebook. Disedari terdapat beberapa cara penggunaannya yang patut ditegah dan boleh jatuh perbuatan tersebut kepada haram, malah berganda-ganda haramnya.

Perlakuan dan perbuatan melalui facebook yang boleh mengundang dosa terlalu banyak, namun di kesempatan ini, cukup saya senaraikan enam perkara, iaitu :-

1)   Mendedah keaiban suami, isteri di facebook.

Terdapat beberapa kes yang dilihat sama ada secara langsung atau tidak langsung, pemilik facebook meluahkan perasaan sedih, kecewa, benci, marah terhadap pasangan di ruang status mereka. Mendesak suami atau isteri juga melalui status facebook. Kemudian, status tersebut mendapat komentar pelbagai dari rakan-rakan mereka.  Sebagai contoh, ada yang secara terbuka mendesak suami membeli rumah, kereta, pinggan mangkuk, perabot, pakaian dan sebegainya melalui status mereka. Tertekanlah suami  serba salah.

Sebagaimana yang disebut oleh ramai specialist di dalam bidang rumah tangga, kebanyakan wanita suka berkongsi dan meluahkan perasaan mereka kepada orang lain sebagai pelepas kepada beban yang ditanggung. Adakalanya ia mungkin bukan bertujuan untuk menjatuhkan suaminya, bukan pula untuk tujuan membuka aib suami atau untuk mencari penyelesaian. Pendedahan itu hanya sebagai pelepas tekanan di dalam diri.

Namun, tanpa disedari perbuatan tersebut tergolong dalam mengumpat yang diharamkan oleh Islam. Semua perlu memahami bahawa mereka tidak boleh sewenangnya bercerita perihal rumahtangga atau pasangan mereka secara terbuka sama ada melalui facebook atau kepada rakan di pejabat dan sebagainya. Sebarang masalah yang sudah tidak dapat diselesaikan olehnya, hanya dibenarkan untuk diluahkan kepada seseorang yang diyakini punyai autoriti seperti ibubapa, mertua dan adik beradik yang diyakini boleh berperanan membantu, bukan berpotensi mengeruhkan lagi keadaan. Boleh juga dikongsikan secara tertutup kepada pihak ketiga seperti Qadhi, Mufti, para ilmuan sama ada Ustaz, Ustazah atau Kaunselor Rumahtangga.

Pendedahan masalah dan info yang boleh mengaibkan suami (dan isteri) TIDAK DIBENARKAN sama sekali disebarkan melalui facebook. Apabila ia dilakukan, ia dengan mudah sekali boleh mengundang dosa.

Terdapat sebahagiannya info tidak secara langsung mengaibkan pasangan, tetapi selaku pembaca, kita dapat ‘membaca’ dan mengetahui secara tersirat bahawa si pemilik sedang ‘perang dingin’ dengan pasangannya. Ada juga yang difahami, suaminya sedang gagal memenuhi apa yang diingininya, bersifat kurang baik kepadanya dan sebagainya. Ingatlah semua, rumahtangga adalah amanah, jangan meruntuhkannya melalui facebook.

Beramanahlah, berikan suami dan isteri anda password facebook anda, agar mereka sentiasa boleh meneliti mesej-mesej yang dihantar kepada anda. Boleh juga pasangan berperanan selaku penyemak dan memadam (delete) mana yang perlu  jika dimasukkan secara emosi tanpa pertimbangan aqal yang wajar.

2)  Terlebih gambar

Ramai di kalangan wanita hari ini sudah mempunyai facebook, mungkin sudah menjadi lumrah wanita yang biasanya inginkan kecantikan dan pujian terhadap kecantikannya. Oleh itu, semakin ramai wanita yang memuatkan gambar mereka, sama ada jarak dekat, sangat dekat ( sehingga memenuhi  kotak gambar) dan jauh (beramai-ramai atau seorang diri).  Ditambah pula lagi dengan gaya, aksi dan fesyen yang pelbagai.

Agak pelik juga kerana sebahagian mereka sudah bersuami dan kelihatan suami mereka memberikan sepenuh keredhaan atas tayangan gambar sedemikian kepada khalayak, tanpa sebarang rasa cemburu dan prihatin. Lebih merbahayakan, ramai pula lelaki yang menontonnya, sebahagiannya memberikan pujian, malah ada yang berani bergurau senda, dan membuat ‘lamaran’ nafsu.

Lebih pelik, tuan punya facebook yang sepatutnya mampu mengawal dan memadam sebarang komen kurang etika, kelihatan membiarkan sahaja lamaran nafsu (seperti ajakan berdating, kahwin-padahal telah bersuami) tersebut di ruangan komentar gambarnya, tanpa rasa bersalah.

Berterusan bercanda mereka melalui ruang komentar,  si lelaki dan wanita ada juga yang telah beristeri dan bersuami, cuma atas tiket kawan lama, sepejabat dan sebagainya, hal tersebut dibiarkan. Malah jika kedua-duanya masih bujang sekalipun, ia tetap BERDOSA dan SALAH di sisi Islam kerana ia termasuk dalam kategori larangan Allah ‘janganlah kamu menghampiri zina’.

Saya bimbang, ramai pula lelaki yang menjadi dayus dek kerana gambar isteri terdedah aurat ( atau menutup aurat kurang sempurna) ditayang  sehabisnya di facebook. Baca perihal ciri lelaki dayus di sini .

3)  Penyamaran

Lelaki menyamar sebagai wanita untuk menjadi friend dan seterusnya mendapat maklumat wanita. Ada dilaporkan juga, sebahagian lelaki berang kerana tidak diluluskan menjadi ‘friend’ seseorang wanita. Akibatnya, si lelaki tidak mendapat kemudahan akses kepada gambar-gambar wanita tersebut. Bagi membolehkannya mendapat akses, terdapat lelaki yang mula menyamar menjadi wanita, meletakkan gambar mana-mana wanita yang boleh dijumpai secara mudah tertebaran di interent, diletakkan sebagai dirinya. Melalui cara itu, lelaki ini berjaya menjadi friend dan menonton seluruh gambar wanita terbabit dan berbuat apa yang disukainya dengan gambar itu.

Si wanita yang pada asalnya merasa selamat kerana merasakan dirinya telah menapis sebaiknya, rupanya masih terdedah gambarnya kepada yang orang yang tidak sepatutnya. Kerana itu, walau anda hanya membenarkan friend untuk menatapi gambar anda, pastikan semua gambar tersebut masih terhad dan terjaga.

4)  Download gambar untuk simpanan dan tatapan.

Dimaklumkan juga, akibat dek kerana gambar wanita yang terlalu ‘bersepah’ difacebook, terdapat lelaki berhati buas yang memuat turun gambar tersebut dan disimpan sebagai koleksi peribadinya. Justeru, sedarlah, mana-mana wanita yang dikurniakan Allah punyai ‘rupa’ yang menurut pandangan ramai sebagai elok dan menawan. Golongan sebegini amat perlu sekali lebih berwaspada lebih daripada mereka yang lain.

Malangnya, golongan sebegini kelihatan lebih ghairah menjaja gambar mereka untuk mendapat lebih banyak pujian dan …’DOSA’. Simpan sahajalah gambar-gambar ‘kiut’ (cute) anda, cukuplah ia buat tatapan suami. Cukuplah pujian rakan sekeliling yang benar-benar mengenali anda. Tidak perlulah tamakkan pujian manusia luar. 

Tunggu sahajalah pujian para malaikat dan bidadari di Syurga nanti, terlampau tidak sabarkah wahai diri? Sedarilah, ke’kiut’an anda mungkin menjadikan sebuah rumahtangga hancur, kecemburuan wanita lain, kerana boleh wujud gejala suami yang membanding-bandingkan wajah dan tubuh anda dengan isterinya. Jika itu berlaku, pemilik gambar mendapat saham dosa.

5)  Tagging gambar tanpa izin dan gambar silam yang membuka aurat.

Tagging atau menandakan sesuatu gambar yang disiar merupakan satu fungsi mudah untuk menyebarluaskan gambar seseorang termasuk diri sendiri kepada kenalan dan rakan. Malangnya fungsi ini menjadi sumber dosa yang banyak juga dewasa ini. Isu ini juga pernah ditulis oleh beberapa penulis lain seperti Ust Abu Umair dan Sdr Shahmuzir. Saya ingin menegaskan lagi tulisan mereka.

Ini adalah kerana, terdapat ‘trend’ menyebarkan gambar-gambar lama, dan kemudian meletakkan tagging kepada individu di dalam gambar. Perlu disedari, setiap gambar yang di’tag’, akan muncul dan boleh dilihat oleh semua friend, dan rakan kepada friend tersebut juga boleh menontonnya

Ini boleh menjadi dosa, kerana :-

a-      Sebahagian individu di dalam gambar terbabit mungkin dahulu tidak menutup aurat, tetapi kini telah menutup aurat. Justeru penyebaran gambarnya yang tidak menutup aurat adalah haram.

b-      Individu terbabit berada di dalam rumah, bersama keluarga, justeru penutupan auratnya tidak begitu sempurna kerana di dalam rumah sendiri atau di dalam keadaan ‘candid’, tetapi akibat ketidakperihatinan sebahagian ahli keluarga terhadap hal aurat. Gambarnya yang sedemikian tersebar. Sepatutnya, kita yang di’tanda’ boleh dengan segera delete ‘tag’ itu, hasilnya walau gambar masih tersiar tetapi ia tidak mempunyai sebarang pengenalan. Itu paling kurang boleh dilakukan oleh individu yang prihatin dan berawas-awas. Namun malangnya, sebahagian pemilik facebook tidak sedar mereka boleh ‘untagged’ nama mereka. Malah kalau mereka boleh untagged sekalipun, penyebaran gambar sedemikian tetap salah dan berDOSA di dalam Islam.

c-      Gambar mengaibkan orang lain. Gambar yang disiarkan itu, walaupun menutup aurat, tetapi dalam situasi mengaibkan. Mungkin ia tidak mengaibkan individu yang menyiarkannya kerana dia dalam keadaan baik dan bagus. Namun rakannya berada dalam situasi mengaibkan, tambahan pula dia kini merupakan ‘seseorang’ yang terhormat, punyai kedudukan baik di mata masyarakat,. Apabila gambar sedemikian disiarkan, ia mencemar nama baiknya. Penyiaran sebegitu sama seperti mengutuknya secara langsung di khalayak ramai, sama ada sengaja atau tidak, semua perlu sedar..anda mungkin bebas menyiarkan gambar anda, namun gambar orang lain. Keizinan perlu diperolehi terlebih dahulu sebelum siaran dibuat.

6. Mengutuk diri sendiri & kebaikan

Adakalanya terdapat juga wanita-wanita berpenampilan cukup solehah, berpakaian extra caution dalam bab aurat sewaktu zaman universiti atau sekolahnya. Namun sesudah masuk ke alam pekerjaan dan perkahwinan, imejnya berubah begitu drastik dengan make up cukup jelas menghiasi wajah, baju bekerlipan warnanya, yang tebal dahulu sudah jadi nipis, adakalanya tidak sempurna dan macam-macam lagi. Alasannya? Seribu satu macam. Suami pula mungkin bukan dari jenis yang cermat untuk menegur dan menasihat.

Yang menyedihkan, apabila tersiar gambar lamanya yang berpakaian extra caution lagi sopan di facebook, disiarkan oleh rakan-rkana lama. Tuan punya tubuh, kelihatan tanpa malu dan segan mengutuk dirinya sendiri sama ada secara langsung atau tidak langsung.  Lahirlah kata-kata, ‘zaman aku ekstrem’, ‘zaman solehah’, ‘waktu innocent‘, zaman-zaman suci’, ‘itu zaman kuno dulu’, ‘itu masa duduk bawah tempurung’ dan lain-lain frasa yang sepertinya.

Tanpa disedarinya, ia mendedahkan keaiban dirinya sendiri, apabila berkata zaman solehah, bermakna kini adakah dia mengaku tidak lagi solehah?, kini tidak suci?. dan lain-lain. Ia juga sekaligus seolah mengutuk pemakaian sopan dirinya dahulu. Ingatlah wahai diri, jika tidak mampu istiqamah atas pakaian dan penampilan dahulu, janganlah sampai mengutuknya. Kerana ia sama seperti mengutuk pakaian yang sopan lagi baik, seolah mendahulukan yang kurang baik.

KESIMPULAN

Itulah facebook, ia boleh menjadi sumber pahala, jika diguna dengan betul, boleh menjadi pemudah azab jika digunakan tanpa ilmu dan limitasi. Berhati-hatilah dan berpada-padalah pemilik facebook.

Niat untuk mendekatkan ukhuwwah antara rakan lama, sekolah dan sebagainya tidak sama sekali boleh menghalalkan sembangan mesra, gurauan senda di antara suami dan isteri orang, antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Ia hanya akan membawa kepada kemudaratan dan keruntuhan rumahtangga. Janganlah lagi mempermainkan nama ‘ukhuwah’ untuk berbuat dosa.

Ukhuwwah itu hanya terhad sesuatu yang membawa kepada ingatan kepada Allah, mengajak kebaikan dan menjauh kemungkaran. Lihatlah surah al-Hujurat dan fahamkan kalam Allah sebaiknya akan erti ukhuwwah di kalangan mukmin.

Sekian

Zaharuddin Abd Rahman

Petikan asal: http://www.zaharuddin.net/content/view/930/72/

blank